Cute Hello Kitty 2

Senin, 21 Desember 2015

Sejarah perkembangan virus dan anti virus serta dampak negatif pengunaan TIK

SEJARAH PERKEMBANGAN VIRUS DAN ANTI VIRUS PADA KOMPUTER


1. Virus Komputer 


        Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.


         Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama “Elk Cloner” lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang memiliki operating system. Pembuat virus ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!” Nama “Virus” itu sendiri sebenarnya baru diberikan setelah dua tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang membahas cara membuat virus dan memproteksi diri dari virus. Tapi bagi kbanyakan orang awam sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus Brain yang justru lahir tahun 1986. Hal ini karena virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karena menjalar melalui disket DOS yang pada waktu itu menjadi barang yang sangat terkenal.  Virus ini juga muncul bersamaan dengan PC-Write Trojan dan Vindent.


         Mulai saat itulah virus mulai menjadi momok yang sangat meresahkan dan perkembangannya menjadi kian cepat. Berselang satu tahun sejak virus pertama yang menginfeksi file muncul, virus komputer berikutnya muncul dan menyerang file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama suriv termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup cepat sekali untuk saat itu. Bahkan virus ini mampu menembus dan merusak mainframe-nya IBM selama setahun.


        Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus MacMag dan scores dan jaringan Internet pun bahkan samapai “dihajar” habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 bahkan ada seseorang yang mengirimkan “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya.


         Sejak saat itu, penyebaran virus sudah tidak terhitung lagi. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, mereka menyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan perusahaan raksasa lainnya yang disrang oleh “Inetrnet Liberation Front” di hari Thanksgiving. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker. Hingga saat ini perkembangan virus tetap berlangsung selama perkembangan computer terus berlangsung pula.  


        Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory agar dia dapat mengenali program program apa saja yang akan dia kenai, semisal virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar atau data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa dikenai .Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular atau terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus.


Kriteria virus berdasarkan kemampuannnya :

  Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi   

  Kemampuannya untuk memeriksa suatu program

  Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan 

  Kemampuannya melakukan manipulasi

  Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.

 

    Jenis-Jenis Virus


1.    VIRUS MAKRO

      Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada komputer bersistem operasi Mac.

contoh virus : Variant W97M, misal W97M. Panther  panjang 1234 bytes, akan menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka. WM.Twno.A;TW  panjang 41984 bytes,  akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya  berekstensi *.DOT dan *.DOC-dll 


2.    VIRUS  BOOT SECTOR

    Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar. Virus ini dalam menggandakan dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar(ex::monitor, printer dsb)  dan dari memori ini pula virus akan menyebar ke seluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer (ex: floopy, drive lain selain drive c).

contoh virus : Varian virus wyx  ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ;  panjang : 520 bytes;    karakteristik :   memory resident dan terenkripsi). Varian V-sign :  menginfeksi : Master boot record ;   panjang 520 bytes;  karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic). Stoned.june   4th/ bloody!:     menginfeksi :  Master boot  record dan floopy;  panjang  520 bytes;     karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan  pesan "Bloody!june 4th 1989" setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kal.


3.    VIRUS STEALTH

     Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal  dengan "Interrupt interceptor". virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi instruksi level DOS dan  biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.

contoh virus : Yankee.XPEH.4928,     menginfeksi file *.COM dan *.EXE      panjang 4298 bytes;  karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu. WXYC (yang termasuk kategori boot record pun  karena  masuk kategri stealth  dimasukkan pula disini),   menginfeksi floopy an motherboot record;    panjang 520 bytes; menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi. Vmem(s):  menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ;   panjang fie 3275 bytes;  karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.-dll 


4.    VIRUS FILE/PROGRAM

      Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.


5.    VIRUS MULTI PARTITIO

      Virus ini merupakan gabungan dari Virus Boot sector dan Virus file: artinya pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector. 



2.      Antivirus Komputer


       Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan).


        Antivirus-antivirus terbaru sekarang tidak hanya mendeteksi virus. Program antivirus sekarang juga telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi spyware, rootkits, dan malware-malware lainnya. Tidak hanya itu, antivirus sekarang dilengkapi firewall untuk melindungi komputer dari serangan hacker dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah dan atau virus ke inbox pengguna.


         Antivirus berdasarkan penggunanya dibagi menjadi 2, yaitu Home User dan Network atau Corporate User. Untuk home user, antivirus berjalan seperti biasa. Untuk versi jaringan (network), antivirus dapat melakukan scan di komputer - komputer client dan network drive. Selain itu, proses update komputer client dalam jaringan tidak harus langsung dari Internet. Komputer client dapat melakukan upate langsung dari server jaringan.

Antivirus berdasarkan cara memperolehnya

1. Free antivirus  : anti virus yang diperoleh secara gratis

2. Trial antivirus  : Anti virus yang diperoleh secara gratis namun diberi batasan waktu

3. Donation antivirus : Anti virus yang diperoleh dengan harus mendonasi

4. Paid antivirus : antivirus yang diperoleh dengan cara membeli.

Perkembangan antivirus sendiri selalu lebih lambat dari perkembangan virus itu sendiri, hal ini karena antivirus harus mengenali virus baru terlebih dahulu lalu kemudian membuat enskripsinya yang dapat memusnahkan virus tersebut.


 Perkembangan antivirus ini dibagi dalam beberapa periode atau generasi :

1)      Generasi Pertama

      Antivirus pada gnerasi pertama ini hanya bertindak seperti scanner sederhana. Antivirus men-scan program untuk menemukan penanda (signature) virus. Walaupun virus mungkin berisi karakter-karakter varian, tapi secara esensi mempunyai struktur dan pola bit yang sama di semua kopiannya. Teknis ini terbatas untuk deteksi virus-virus yang telah dikenal. Tipe lain antivirus generasi pertama adalah mengelola rekaman panjang (ukuran) program dan memeriksa perubahan panjang program. Kelemahan dari antivirus generasi pertama ini adalah ia hanya mampu mendeteksi virus yang polanya telah dikenali olh antivirus untuk virus yang polanya belum dikenali maka proses scanning akan melewatkan virus ini.

2)      Generasi Kedua

       Antivirus pada generasi kedua ini sudah lebih baik dan lebih berkembang dari generasi sebelumnya, generai ini disebut scanner yang pintar (heuristic scanner). Antivirus men-scan tidak bergantung pada penanda spesifik. Antivirus menggunakan aturan-aturan pintar (heuristic rules) untuk mencari kemungkinan infeksi virus. Teknik yang dipakai misalnya mencari fragmen-fragmen kode yang sering merupakan bagian virus. Contohnya, antivirus mencari awal loop enkripsi yang digunakan polymorphic virus dan menemukan kunci enkripsi. Begitu kunci ditemukan, antivirus dapat mendeskripsi virus untuk identifikasi dan kemudian menghilangkan infeksi virus. Teknik ini adalah pemeriksanaan integritas. Checksum dapat ditambahkan di tiap program. Jika virus menginfeksi program tanpa mengubah checksum, maka pemeriksaan integritas akan menemukan perubahan itu. Untuk menanggulangi virus canggih yang mampu mengubah checksum saat menginfeksi program, fungsi hash terenskripsi digunakan. Kunci enskripsi disimpan secara terpisah dari program sehingga program tidak dapat menghasilkan kode hash baru dan mengenkripsinya. Dengan menggunakan fungsi hash bukan checksum sederhana maka mencegah virus menyesuaikan program yang menghasilkan kode hash yang sama seperti sebelumnya.

 3)      Generasi Ketiga

          Antivirus generasi ketiga ini menggunakan metode “jebakan-jebakan aktivitas” (activity trap). Program antivirus merupakan program yang menetap di memori (memory resident program). Program ini mengidentifikasi virus melalui aksi-aksinya bukan dari struktur program yang diinfeksi. Dengan antivirus semacam in tak perlu mengembangkan penanda-penanda dan aturan-aturan pintar untuk beragam virus yang sangat banyak. Dengan cara ini yang diperlukan adalah mengidentifikasi kumpulan instruksi yang berjumlah sedikit yang mengidentifikasi adanya usaha infeksi. Kalau muncul kejadian ini, program antivirus segera mengintervensi.

4)      Generasi Keempat

        Generasi ini merupakan generasi antivirus saat ini, antivirus ini menggunakan proteksi penuh (full featured protection). Antivirus generasi ini menggunakan beragam teknik antivirus secara bersamaan. Teknik-teknik ini meliputi scanning dan jebakan-jebakan aktivitas. Antivirus juga mempunyai senarai kapabilitas pengaksesan yang membatasi kemampuan virus memasuki sistem dan membatasi kemampuan virus memodifikasi file untuk menginfeksi file. Pertempuran antara penulis virus dan pembuat antivirus masih berlanjut. Walau beragam strategi lebih lengkap telah dibuat untuk menanggulangi virus, penulis virus pun masih berlanjut menulis virus yang dapat melewati barikade-barikade yang dibuat penulis antivirus. Untuk pengaman sistem komputer, sebaiknya pengaksesan dan pemakaian komputer diawasi dengan seksama sehingga tidak menjalankan program atau memakai disk yang belum terjamin kebersihannya dari infeksi virus. Pencegahan terbaik terhadap ancaman virus adalah mencegah virus memasuki sistem disaat yang pertama.


Untuk saat ini 10 antivirus terbaik yang ada di dunia versi topten antivirus yang telah dilakukan pengetesan dan serangkaian tes dan hasilnya:

1.    Bitdefender Antivirus Plus.

2.    Kaspersky AntiVirus 2013.

3.    Norton Antivirus Pro 2013.

4.    F-Secure Antivirus 2013.

5.    G Data AntiVirus 2013.

6.    BullGuard Antivirus 12.

7.    AVG Antivirus 2013.

8.    Avast! Pro 2013.

9.    Tren Micro Titanium +2013

10.  VIPRE Antivirus 2013. 



3.      Peran Pendidikan Dalam Perkembangan Virus dan Antivirus Komputer.


         Pendidikan merupakan sesuatu hak asasi yang melekat pada diri manusia. Melalui pendidikan manusia mengerti akan sesuatu hal yang baik dan buruk. Berbicara keterkaitan dunia pendidikan dalam perkembangan virus dan antivirus computer ini memang harus ditelaah dngan cermat. Secara tidak sadar pendidikan memberikan peran yang cukup besar dalam perkembangan virus dan antivirus computer. Seperti kita ketahui bahwa computer sudah mulai diterapkan dalam setiap lini pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.


        Akibat perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang sangat pesat maka, dunia pendidikan mau tidak mau harus mulai mengikuti hal tersebut dengan penggunaan computer dan pengajaran computer terhadap siswa. Dan dari sinilah siswa mengenal computer dan sampai ke jenjang perguruan tinggi. Keterkaitan perkembangan virus dan antivirus dengan dunia pendidikan disini terletak pada materi yang disampaikan mengenai program computer.ketika mereka telah mendapatkan ilmunya melalui pendidikan tersebut maka mereka akan dihadapkan pada dua hal, tindakan positif atau negatif.


       Tindakan positif yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan program antivirus yang dapat bermanfaat untuk orang banyak. Sehingga peran pendidikan dalam menyampaikan materi mengenai program computer sangat berperan dalam perkembangan virus dan antivirus computer. Apakah baik atau buruk tergantung dari objek yang menerapkannya. 

 

DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKAS (TIK) SERTA SOLUSINYA

A.    Dampak Negatif Teknologi Informasi di Berbagai Bidang

1.      Bidang Politik
• Penggunaan persenjataan canggih untuk menyerang pihak lain demi kekuasaan dan kekayaan.
• Terorisme yang semakin merajalela.
• Kurangnya privasi suatu negara akibat kerahasiaan yang tidak terjamin dengan semakin canggihnya alat –alat pendeteksi.

2.      Bidang Pendidikan
• Kerahasiaan alat tes semakin terancam, Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet.
• Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbankan dan lain-lain.

3.      Bidang Teknologi dan Informasi
•  Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris.
• Mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin   mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
•  Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
•  Kecemasan teknologi. Ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.


4.      Bidang Sosial Budaya
• Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
• Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat, semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibatnya bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
•  Pola interaksi antar manusia yang berubah dengan kehadiran komputer. Pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC) , internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (WARNET) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer.  Melalui    program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
•  Carding, Karenasifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyakmelakukankejahatandalambidangini. Dengan sifat yang terbuka, para penjaha tmampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakanKartuKredit) on-line dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
• Perjudian dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ketempat khusus untuk memenuhi keinginannya.
• Impact on Globalization on Culture, makin menipisnya nilai - nilai budaya lokal akibat pengaruh globalisasi.  Salah satu contohsederhananya yaitu seberapa baikkah kemampuan bahasa daerah kita dibandingkan dengan bahasa asing.

B.     Dampak Psikologis Perkembangan Teknologi Informasi

      Selain adanya dampak negatif dari teknologi informasi dan komunikasi (hi-tech communication) di berbagai bidang yang telah disinggung pada bagian sebelumnya maka sebenarnya terdapat beberapa dampak psikologis, antaranya:

1.Kecemasan sosial terhadap suatu fenomena meningkat. Dengan adanya media komunikasi yang berteknologi tinggi maka informasi akan lebih cepat menyebar. Contohnya, informasi mengenai wabah flu burung. Sebelum adanya informasi tersebut, orang tidak takut mengkonsumsi unggas. Namun setelah adanya informasi yang menyebar dengan cepat mengenai flu burung maka kecemasan sosial terjadi, yaitu orang merasa takut untuk mengkonsumsi unggas. Begitu juga fenomena tsunami di Aceh, sehingga setiap kali gempa di beberapa daerah, orang akan mencari informasi tentang kemungkinan tsunami. Inilah yang menjadi contoh adanya kepanikan sosial (social anxiety) karena media komunikasi berteknologi tinggi yang membahana.


2.Kebutuhan komersial masyarakat meningkat. Sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa media komunikasi yang hi-tech akan mempengaruhi minat audience dan mempersuasi audience. Oleh karena itu, hal ini digunakan oleh perusahaan jasa komunikasi dan perusahaan komersial untuk memanfaatkan sifat konsumerisme masyarakat ini. 


3.Kriminalitas meningkat. Jika kita melihat tayangan di TV mengenai informasi atau film tentang kriminalitas dengan modus yang canggih maka ini sebenarnya merupakan inspirasi bagi pelaku kejahatan lainnya. Proses meniru tayangan kriminalitas ini yang dikenali sebagai modeling perilaku kejahatan. Apalagi kalau kita mencermati modus operasi kejahatan di dunia maya (internet) yang sedang marak maka seolah-olah mudah sekali melakukan kejahatan yang dibantu dengan media komunikasi berteknologi tinggi. 


4.Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity). Sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan kekuatan pemikiran yang luar biasa. Pemikiran ini yang dirangsang dengan rasa ingin tahu atau penasaran yang besar. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi, terjawablah rasa penasaran manusia tentang apapun itu. Semua bisa kita cari di internet dengan menggunakan kata kunci tertentu. 


5.Teknologi dapat mengurangi kreativitas. Teknologi yang menjadi alat bantu manusia menjanjikan sejuta efisiensi. Oleh karena itu, manusia akan menjadi malas karena kemajuan teknologi tersebut. Sebagai misal, aktivitas copy-paste di mahasiswa akan menjadi budaya plagiat di kemudian hari



C.    Solusi untuk Mengatasi Dampak Negatif Teknologi Informasi

      Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa penggunaan teknologi informasi di era globalisasi ini, juga menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit jumlahnya. Solusi untuk mengatasi dampak negatif itu diantaranya adalah sebagai berikut:


1. Menegakkan fungsi hukum yang berlaku, misalnya pembentukan cybar task forte yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dalam penerapan teknologi informasi di instansi pemerintah.


2. Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak di bawah umur dan lebih mengawasi penakaian ponsel.


3. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.


4. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.


5. Menggunakan software yang dirancangkhususuntukmelindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnyasaja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.


6. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.


7. Televisi:
a.  Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan dan tayangan mistis.
b.  Menghindari penempatan TV pribadi didalam kamar.
c.  Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang telah di tayangkan.
d.  Mengaktifkan penggunaan fasilitas parental lock pada TV kabel dan satelit.


8.  Tindakan yang bisa dilakukan pemerintah:
a.   Menciptakan dan mengesahkan UU tentang hak cipta.

b.   Menyaring informasi yang masuk ke negaranya. c    Menciptakan dan mengesahkan UU APP.
d.   Membuat software yang mampu memproteksi situs-situs porno di internet.
e    Menciptakan dan mengesahkan undang-undang penyiaran.





1 komentar: